Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Soal Mahakam, Salah Kalau Meragukan Pertamina

Written By Unknown on Senin, 22 Oktober 2012 | 11.24

DARI sederet nama pengamat minyak dan gas yang mendukung Pertamina mengelola Blok Mahakam, terselip nama Pri Agung Rakhmanto, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute. Apa alasan Pri mendukung? Apa manfaatnya jika Pertamina mengelola Blok Mahakam? Iwan Purwantono dari InilahREVIEW mewawancarai Pri Agung Rakhmanto. Petikannya:

Apa alasan Anda menginginkan agar Pertamina yang mengelola Blok Mahakam?

Secara prinsip, saya sangat mendukung Pertamina menggarap Blok Mahakam. Alasannya, bukan semata-mata soal ekonomi ataupun nasionalisme saja. Tetapi bagaimana kita memberikan kesempatan kepada BUMN agar bisa berkembang.

Bila Pertamina diberi kepercayaan mengelola Blok Mahakam, artinya ini menambah kocek baik Pertaminamaupun negara. Dengan begitu, Pertamina bisa membangun industri migas di beberapa blok. Alhasil, industri migas bisa semakin berkembang secara mandiri, tanpa campur tangan asing lagi. Sehingga kekayaan alam Indonesia bisa memberikan kemakmuran bagi rakyat.

Masalahnya, bagaimana peluang Pertamina?

Kalau melihat realitas, peluangnya kecil. Pemerintah lebih condong kepada perpanjangan kontrak Blok Mahakam. Ini untuk kepentingan jangka pendek. Enggak perlu dijelasin, Anda sudah tahulah ke mana arahnya.

Misalnya, apa?

Misalnya terkait kepentingan geopolitik. Akibat kerasnya tekanan dari luar, akhirnya pemerintah manut saja. Tentu, pihak-pihak asing akan melakukan sejumlah lobi untuk itu, agar operator Blok Mahakam bisa diperpanjang.

Soal dukungan DPR, sejatinya tidak ada masalah. Yang saya maksud, mereka (DPR) tentu sudah tahu kok, apa untung dan ruginya kalau Blok Mahakam diperpanjang. Sekarang, tinggal lebih kuat yang mana, hati nurani atau kepentingan?

Pertamina sudah layak mengelola Blok Mahakam?

Lho, Blok Mahakam kan sudah produksi. Jadi, Pertamina tinggal nerusin saja. Kalaupun mulai sejak awal, Pertamina punya kemampuan kok. Sekarang saja, Pertamina berani garap blok minyak di beberapa negara Timur Tengah. Terahir Pertamina handle Blok West Madura Offshore (WMO) dan Blok Offshore North West java (ONWJ). Jadi, salah kalau masih meragukan kemampuan Pertamina.

Apa manfaatnya bila Pertamina dipercaya mengelola Blok Mahakam?

Banyak sekali. Paling tidak, kita bisa merasakan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selama ini, perusahaan asinglah yang menguasai kekayaan alam di bidang migas. Posisi Pertamina selalu kalah. Apa salahnya kalau sekarang Pertamina diberikan kepercayaan yang lebih.

Keuntungan lainnya, pemerintah bisa lebih mudah dalam menentukan arah kebijakan energi. Karena, pemerintah bisa menentukan volume gas untuk ekspor dan volume gas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ingat lho, Blok Mahakam memiliki kandungan gas yang sangat besar. Produksinya mampu memenuhi 35% kebutuhan dalam negeri.

Artinya, Blok Mahakam harus direbut?

Idealnya, begitu. Kontrak Blok Mahakam yang sudah berumur 30 tahun, tidak perlu diperpanjang lagi. Dengan begitu, otomatis blok yang kaya gas itu, statusnya menjadi milik negara. Selanjutnya, operasional diserahkan ke Pertamina. Apabila ada perusahaan asing yang berminat, kasih yang inkremental saja. Suruh luar negeri beli saja gasnya. Sementara, Pertamina diberikan kesempatan untuk mengelolanya secara maksimal. Saya kira, dampaknya cukup dahsyat.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-08 Tahun II, yang terbit Senin 22 Oktober 2012. [tjs]


11.24 | 0 komentar | Read More

Emas Antam Turun Rp7.000. Saatnya Beli?

INILAH.COM, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin (22/10/2012) melanjutkan koreksi, dengan harga logam mulia ukuran 1 gram berada di level Rp574.200.

Berdasarkan daftar harga yang dilansir www.logammulia.com, semua stok emas batangan tersedia pada Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) PT Antam.

Menurut daftar harga yang dirilis pada pukul 09.31 WIB, harga emas ukuran 1 gram turun Rp7.000 ke level Rp574.200. Demikian pula harga beli kembali (buy back) emas yang turun Rp7.000 ke level Rp505.000 per gram.

Harga emas batangan 2 gram turun Rp14.000 ke level Rp1.108.400; Harga emas batangan 2,5 gram turun Rp17.500 ke level Rp1.375.500 dan harga emas batangan 3 gram melemah Rp21.000 ke level Rp1.642.600;

Tidak berbeda dengan harga emas batangan 4 gram yang turun Rp28.000 ke level Rp2.176.800; Kemudian harga emas batangan 5 gram yang melemah Rp35.000 ke level Rp2.721.500, emas batangan 10 gram yang terkoreksi Rp70.000 ke level Rp5.402.000 dan harga emas batangan 25 gram yang turun Rp175.000 ke level Rp13.430.000.

Sementara harga emas batangan 50 gram juga turun Rp350.000 ke level Rp26.795.000; Sedangkan emas batangan 100 gram melemah Rp700.000 ke level Rp53.540.000 dan emas batangan 250 gram yang terkoreksi Rp1.750.000 ke level Rp133.750.000.

Di sisi lain, harga emas internasional menurut CNBC.COM terpantau naik US$0,5 atau 0,03% ke level US$1.724,50 per troy ons (1 troy ons setara dengan 31,1 gram). [ast]


11.24 | 0 komentar | Read More

Pertamina Incar Minyak di Negeri 1001 Malam

BILA restu dari Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki, turun, maka jadilah Indonesia memperoleh tambahan minyak mentah dari Negeri 1001Malam tersebut. Itu, lantaran Pertamina tengah membidik salah satu perusahaan minyak dan gas (migas) berskala global yang ada di Irak. "Perundingan masih berlangsung," kata sumber InilahREVIEW di Pertamina, Jumat malam pekan lalu.

Sayangnya, si sumber belum mau menyebutkan nama perusahaan Irak tersebut. Tapi, yang jelas, Pertamina akan membeli sekitar 10% sampai 20% saham perusahaan itu. Bila ini akhirnya sampai deal, semburan minyak dari Irak ini akan mengisi kilang-kilang baru milik Pertamina, termasuk yang sedang dibangun di Sumatera.

Asal tahu saja, pemerintah berencana membangun kilang sendiri. Pemerintah menyiapkan dana Rp 90 triliun untuk investasi pembangunan kilang. Volume kapasitas kilang yang akan dibangun oleh pemerintah mencapai 300ribubarel per hari (BPH).

Tahun 2017 Indonesia butuh tiga kilang baru. Satu kilang dibangun pemerintah, dan dua kilang dibangun Pertamina. Jika masing-masing kilang berkapasitas 300ribu BPH, maka dibutuhkan jaminan minyak mentah sebesar 900.000 BPH. "Irak produksinya 3 juta BPH dan mereka meningkatkan produksinya sampai 10 juta BPH dalam waktu empat hingga lima tahun ke depan," kata Evita H. Legowo, DirjenMigas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kebetulan, Irak menawarkan lima lapangan super raksasa kepada Pertamina. Salah satunya adalah lapangan Majnoon. Majnoon merupakan salah satu lapangan super besar dengan cadangan 39 miliar barel dan diproyeksikan dapat memproduksi 1,8 juta barel per hari. Untuk gas, ditawarkan tiga lapangan, yakni Akkas, Mansuriyah, dan Siba. Rencananya gas yang dihasilkan untuk pembangkit listrik dan industri petrokimia.

Irak memang tengah membutuhkan dana besar untuk membangun kembali negaranya yang porak-poranda akibat perang. "Untuk eksplorasi dan eksploitasi lapangan migas, kami butuh investasi hingga US$ 170 triliun," ujar Hussain Al-Shahristani, Deputi Perdana Menteri Bidang Energi Republik Irak.

Saat ini Irak punya 78 lapangan minyak yang telah terbukti, sembilan diantaranya berklasifikasi lapangan minyak super raksasa, dengan cadangan 5 miliar barel dan 23 lapangan berklasifikasi besar dengan cadangan di atas 1 miliar barel.

Sebenarnya, sejak tahun 2002, Pertamina sudah berburu minyak ke Negeri 1001 Malam itu. Saat itu, Pertamina mendapat izin untuk menggarap Blok 3-Western Dessert. Namun, eksplorasi blok ini terhenti karena invasi Amerika Serikat ke Irak.

Selain Blok 3-Western Dessert, Pertamina juga mengincar untuk mengoperasikan lapangan Tuba di Irak. "Kami menunggu kesempatan bekerja sama dengan Irak, khususnya untuk mengoperasikan lapangan Tuba dan mengaktifkan kembali Blok 3-Western Dessert," kata Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina, beberapa waktu lalu.

Menekan Impor

Belakangan ini, Pertamina begitu gencar berburu minyak. Beberapa waktu lalu, perusahaan ini mengakuisisi 32% saham Petrodelta, S.A, Venezuela, milik Harvest Natural Resources Inc. Petrodelta merupakan cicit perusahaan milik BUMN Venezuela yang memiliki lapangan Uracoa, Bombal, Tucupita, El Salto, El Inseno, dan Temblador dengan cadangan 486 juta barel ekuivalen minyak bumi.

Cadangan minyak yang sangat besar inilah yang nantinya bisa dikembangkan dan bisa menambah produksi minyak Pertamina. Apalagi, umur kontrak masih sangat lama, yaitu hingga 2027.

Tak cuma di Venezuela, Pertamina juga mengincar aset-aset minyak di Kazakhstan dengan total produksi 100 ribu barel per hari. Pertamina akan menggandeng perusahaan migas asal Korea Selatan, Korea National Oil Corporation (KNOC) kerja sama perusahaan hulu dan hilir migas di Kazakhstan.

Menurut Karen, jika tak masuk ke negara terluas ke-9 di dunia ini, maka Pertamina akan rugi. Soalnya, jumlah penduduk Kazakhstan hanya 17 juta orang, sementara kebutuhan minyak hanya 250 ribu barel. Sisa produksi 1,25 juta barel diekspor. "Apalagi negeri ini akan meningkatkan produksi minyaknya hingga 2,5 juta barel pada 2016," kata Karen.

Saat ini, Pertamina memiliki enam unit kilang dengan total kapasitas 1,031 juta barel per hari. Dari jumlah itu, sebanyak 70% diolah menjadi BBM jenis premium, solar, avtur, dan minyak tanah. Sisanya, menjadi produk sampingan seperti aspal dan produk petrokimia.

Pertamina juga berencana membangun kilang di Balongan dan di Tuban. Di Balongan, perusahaan ini akan bekerja sama dengan Kuwait Petroleum Corporation dan di Tuban dengan Saudi Aramco Asia Company Limited. Masing-masing kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari.

Bila dua kilang ini selesai dibangun, diperkirakan pada 2018 tingkat produksi BBM dari kilang-kilang Pertamina dan mitra akan meningkat menjadi 66,7 juta kiloliter. Nah, dari sinilah, impor bisa ditekan.

Menarik, tentu saja. Dan, semakin menarik jika investor dari Rusia masuk ke Indonesia menggarap blok-blok migas baru yang ditawarkan. Dalam acara"Russian Oil & Gas Conference & Exhibition" di Moskow, 16-18 Oktober lalu, Indonesia menawarkan 23 blok migas baru kepada pengusaha Rusia.

Lokasi blok-blok migas baru tersebut tersebar di onshore dan offshore Sumatera, onshore Kalimantan, Selat Makassar, Laut Jawa, perairan Nusa Tenggara Timur, perairan Natuna dan Papua. Beberapa di antaranya seperti Blok West Asri, Merangin III, Bimasakti, Central Mahakam, Sangau, Menduwai, Kahayan, North East Sepanjang, Offshore North X-Ray, Seringapatam I dan II, West Tuna, Wanapiridan West Misool.

"Jika investor dari Rusia menggarap daerah-daerahbaru ini, produksi migas nasionalbisa terdongkrak," kata Moenir Ari Soenanda, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Moskow.

Tentu saja, bila semua bekerja sama dengan Pertamina.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-08 Tahun II, yang terbit Senin 22 Oktober 2012. [tjs]


11.24 | 0 komentar | Read More

BKPM: Realisasi Investasi Kuartal 3 Naik 25%

INILAH.COM, Jakarta - Realisasi investasi proyek penanaman modal kuartal tiga (Juli-September) 2012 mengalami kenaikan 25,1% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

"Realisasi investasi proyek penanaman modal mencapai Rp81,1 triliun yang mengalami kenaikan 24,1% dibandingkan tahun sebelumnya periode yang sama sebesar Rp65,4 triliun," ujar Chatib Basri,Kepala BKPM dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (22/10/2012).

Sementara realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) kuartal tiga 2012 meningkat sebesar 22,6% dari tahun sebelumnya menjadi Rp25,2 triliun.

Adapun Penanaman modal asing (PMA) naik sebesar 22,0% dari tahun lalu periode yang sama menjadi sebesar Rp 56,6 triliun. [ast]


11.24 | 0 komentar | Read More

Hindari Impor Beras Sebisa Mungkin

Written By Unknown on Minggu, 21 Oktober 2012 | 11.24

INILAH.COM, Jakarta-Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menilai kebijakan impor beras harus peka dengan produksi beras nasional, bahkan kalau bisa dihindari sama sekali.

"Ini belum final ya, karena impor beras juga harus peka dengan produksi nasional. Kalau bisa, jangan sampai ada impor, karena sekarang kan stok beras kita mencapai 2,1 sampai 2,3 juta ton," ujarnya saat ditemui usai menghadiri acara temu alumni ITS di Jakarta, Sabtu (20/10/2012).

Seperti diketahui sebelumnya Menteri Pertanian menyatakan impor beras hingga akhir tahun mencapai 500 ribu ton, untuk menanggulangi kebutuhan stok beras.

Namun Gita sebenarnya tidak menginginkan adanya kebijakan impor, dan kalau pun harus mendatangkan produk dari luar negeri, sebaiknya kebijakannya harus seminimal mungkin.

Selain beras, Gita juga mengomentari kebijakan kedelai yang belum dikeluarkan Harga Pokok Pemerintah (HPP),"Sebab kalau dari bahan kedelai saja belum bisa diatur ini akan susah, bisa banyak impor," ungkapnya. [ast]


11.24 | 0 komentar | Read More

Said Didu : Pengusaha yang Baik, Jauhi BUMN

INILAH.COM, Jakarta – Mantan sekretaris Menteri Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengatakan, pengusaha swasta yang baik adalah pengusaha yang tidak mau bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negera (BUMN).

"Pengusaha yang bekerja sama dengan BUMN akan menghadapi berbagai hukum ke depannya. Jadi betul sekali jika tidak mau," katanya saat dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (20/10/2012).

Menurutnya, pihak swasta yang bekerja sama dengan perusahaan berpelat merah, memang nantinya akan terkena audit terkait laporan keuangannya oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sehingga hal ini, yang menyebabkan para pengusaha swasta enggan bermitra dengan BUMN.

Said mengungkapkan lebih lanjut, ada dua dasar hukum yang menjadi pemicu mengapa pihak swasta menghindari kerja sama dengan BUMN. "Landasan hukum pengelolaan BUMN terikat dengan aset negera dan tindakan pidana, jika ada pelanggaran terhadap aset negara tersebut," tuturnya.

Menurutnya, kedua landasan tersebut berbeda dengan swasta yang hanya punya undang-undang perseroan terbatas. "Tapi saya berharap pengusaha swasta lebih banyak bekerjasama dengan adanya kepusan MK (Mahkamah Konstitusi) terkait BUMN, pada tiga minggu yang lalu. Ya, semoga ini menjadi pintu masuk untuk pengusaha swasta dalam bermitra," katanya.

Kerja sama yang terjadi saat ini tidak berdampak banyak terhadap perekonomian dalam negeri dan bahkan pihak swasta hanya untuk melancarkan tujuan usahanya. "Kerja sama yang sekarang kan hanya suplayer saja, tidak investasi. Harusnya ini benar-benar bermitra. Swasta juga terkadang hanya menjadikan BUMN sebagai kendaraanya mereka saja untuk memperoleh keuntungan," ucap Said. [ast]


11.24 | 0 komentar | Read More

Produk Impor Sudah Jauh Bekurang

INILAH.COM, Jakarta- Barang-barang produksi impor dipastikan sudah berkurang dibandingkan 6 bulan lalu. Bahkan tren barang yang melanggar ketentuan Kesehatan, Kenyamanan dan Keselamatan Lingkungan (K3L) pun menurun.

Demikian menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan usai menghadiri acara temu alumni ITS di Jakarta, Sabtu (20/10/2012).

"Coba kalau anda cek ke Kramat Jati atau Pasar Induk itu produk-produk impor sudah tidak seperti dulu, 6 bulan lalu, kemudian di pasar-pasar non induk dan toko-toko pun sudah banyak yang kooperatif karena banyak juga yang sudah diproses hukum di pengadilan, penyidikan," ungkapnya.

Ia juga menuturkan pelanggaran terhadap K3L pun dalam dua bulan ini menurun. Hal tersebut bisa dilihat dalam dua pekan terakhir yang terjaring oleh ketentuan K3L jauh lebih sedikit.

Sebelumnya Gita mengatakan pemerintah akan berusaha mengendalikan tingginya impor barang dengan memperketat peraturan Kesehatan, Kenyamanan dan Keselamatan Lingkungan atau K3L dan penerapan strategi menyeimbangkan kembali perdagangan atau "rebalancing trade". [ast]


11.24 | 0 komentar | Read More

Bikin Buku Tanpa Modal

INILAH.COM, Jakarta-Tidak semua penulis muda atau pemula bisa menerbitkan bukunya melalui penerbitan besar (major) atau mainstream karena setiap penerbit kerapkali memiliki pertimbangan yang ketat dalam menyeleksi naskahnya.

Namun kini berkembang sistem penerbitan dengan mengusung konsep print on demand (POD) yang memberikan kesempatan bagi siapa pun bisa memiliki buku tanpa melalui seleksi ketat penerbit, bahkan tanpa modal sekalipun.

Ebook Developer, Fuzie Septika, di penerbit Mizan Publishing mengungkapkan kini konsep penerbitan print on demand pun dilirik perusahaan besar seperti Penerbit Mizan. Yaitu lini penerbitan di mana seseorang bisa menerbitkan bukunya sendiri dengan fasilitas brand Mizan.

"Kita di sini mengusung konsep self publishing dengan sistem print on demand atau POD, jadi ini sebuah strategi mefasilitasi penulis-penulis baru untuk bisa menerbitkan bukunya sekaligus memasarkannya sendiri tanpa modal sedikit pun alias gratis," ujarnya saat ditemui di kantor Mizan Digital Publishing di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (15/10/2012).

Penerbit yang berkantor pusat di Bandung ini melihat peluang penerbitan selfpublishing sebagai strategi bisnis jangka panjang, karena konsep ini diakuinya belum banyak berkontribusi signifikan sejak dibentuknya akhir 2010 lalu.

"Kita mulai menggagas self publishing sejak Oktober 2010 dan terus terang secara keuntungan memang masih belum signifikan, namun demikian perusahaan melihat ini peluang jangka panjang yang harus diambil," ungkapnya.

Seperti diketahui saat ini banyak kelompok-kelompok kreatifitas atau komunitas kreatif anak muda yang sering menerbitkan sendiri buku-buku karangan mereka sendiri dengan tidak melalui jalur formal atau disebut indie. Namun resikonya mereka kerapkali harus mengumpulkan dana besar untuk mewujudkan mimpinya memiliki buku.

Hal inilah yang dibaca Penerbit Mizan sebagai peluan untuk mengembangkan lini segmen self publishing yang terbentur masalah pendanaan atau perkara teknis menerbitkan buku.

"Salah satu keistimewaan kita adalah dengan tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun. Penulis hanya punya naskah lalu memasukaannya melalui fasilitas mizan online yang kita miliki, setelah itu buku mereka bisa terbit," jelasnya.

Teknisnya, buku tersebut bisa dicetak jika ada pembeli yang ingin memiliki buku si penulis, dan penulis sendiri yang berkontribusi memasarkannya atau pun promosi.

"Dengan begitu sistim POD ini tidak seperti penerbit konvensional yang harus mencetak sampai 3000 eksemplar untuk menerbitkan buku," kata Fusie.

Ia menuturkan hingga kini sudah ada 50 buku yang sidah diterbitkan secara selfpublishing oleh Mizan. Dan sistem keuntungan yang didapat Mizan adalah 40% dari harga jual yang didapat si penulis.

Selain itu buku karya penulis yang ditrerbitkan melalui jasa self publishing Mizan juga bisa diterbitkan penerbit besar jika memang ada penerbit besar yang melirik.

"Apalagi sudah dikemas dalam bentuk buku, biasanya penerbit besar juga suka berubah pikiran dan selera, terlebih lagi kalau buku itu laris manis, kita tidak masalah melepas buku itu jika memang ada penerbit lain yang berminat," ungkapnya. [ast]


11.24 | 0 komentar | Read More

KESDM Jamin Kenaikan TDL Berjalan Lancar

Written By Unknown on Sabtu, 20 Oktober 2012 | 11.24

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian ESDM menilai belum disahkannya RAPBN-2013 oleh DPR dikarenakan pembahasan rancangan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sampai saat ini belum selesai.

Demikian disampaikan Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini di Jakarta, Jumat (19/10/2012). "Masih dalam pembahasan, tapi sebelum akhir tahun sudah bisa kita selesaikan," kata Rudi.

Menurut Rudi, kenaikan TDL dengan besaran 15% pada tahun depan merupakan keputusan terbaik yang diambil pemerintah bersama dengan DPR. "Kenaikan kan sudah disetujui, jadi sekarang ini yang sedang kita lakukan adalah bagaimana mengaturnya dengan baik, supaya masyarakat bisa menerima. Tapi yang jelas untuk pelanggan golongan 450 volt ampere dan 900 volt ampere dipastikan TDL nya tidak naik," kata Rudi Rubiandini.

Rudi Rubiandini menambahkan, saat ini setidaknya ada 3,1 juta calon pelanggan listrik baru PLN yang terancam tidak teraliri jika TDL tidak dinaikkan pemerintah.

Dalam rapat kerja Menteri Keuangan, dengan Badan Anggaran DPR Kamis kemarin RAPBN 2013 belum bisa disahkan karena masih ada pembahasan TDL dari Kementerian ESDM yang belum selesai. Pembahasan tersebut adalah terkait mekanisme kenaikan TDL yang akan diterapkan tahun depan.

Rancangan Undang-Undang APBN 2013 gagal disahkan Kamis (18/10/2012) dalam sidang paripurna DPR karena ada beberapa anggaran yang masih dilakukan pembahasan.

DPR melakukan penjadwalan utang pengesahan tersebut pada 23 Oktober 2012. Penundaan itu akibat dari alokasi hasil pemotongan anggaran belanja perjalanan dinas sebesar 10-15% untuk dialokasikan dalam belanja modal. Alokasi anggaran hasil kenaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) serta penggunaan anggaran cadangan energi. [hid]


11.24 | 0 komentar | Read More

Jamaah Haji & Umroh Jangan Jadi TKI Ilegal

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah Indonesia telah menegaskan larangan bagi para jamaah haji maupun umroh untuk menjadi TKI/WNI ilegal di Arab Saudi karena Indonesia masih memberlakukan penghentian sementara (moratorium) pengiriman TKI ke negara tersebut.

"Kami mengingatkan bahwa TKI atau terutama TKW tidak boleh bekerja di Arab Saudi, sampai kita benar-benar membuka moratorium. Oleh karena itu pelaksanaan ibadah haji dan umroh dilarang keras digunakan untuk tinggal secara ilegal disana," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di kantor Kemnaketras Jakarta, Jumat (19/10).

Muhaimin mengatakan selama pelaksanaan moratorium, Pemerintah Indonesia melakukan pembahasan kembali nota kesepahaman (MoU) penempatan TKI ke Arab Saudi. Selama masa negosiasi tersebut, diharapkan agar tidak ada TKI ilegal berangkat ke negara tersebut. "Jadi saya tegaskan bahwa kita masih melarang untuk bekerja di Arab Saudi selama moratorium," kata Muhaimin.

Sementara untuk mengantisipasi timbulnya kembali masalah TKI overstayer, pihak Kemenakertrans telah metutup dan perketat seluruh pemberangkatan TKI ke Arab Saudi khusus di bidang Domestic Workers.

Pemerintah berupaya memperbanyak penempatan tenaga kerja sektor formal di Arab Saudi Peluang kerja sebagai TKI formal di Arab Saudi sangat besar. Menurut Menakertrans, peluang ini harus segera dimanfaat oleh para TKI yang hendak bekerja di ArabSaudi dengan mempersiapkan kelengkapan dokumen, keterampilan dan kompetensi kerja, penguasaan bahasa dan pendekatan budaya.

"Saat ini pemerintah tengah serius membuka peluang lowongan kerja baru bagi TKI formal untuk bekerja di Arab Saudi. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi dan solusi dalam penerapan moratorium penempatan TKI sektor domestic worker ke Arab Saudi," papar Muhaimin.

Ia menambahkan, pemerintah menerapkan kebijakan strategis untuk mendorong penempatan TKI sektor formal dan menggeser pekerjaan pada sektor domestic worker seperti penata laksana rumah tangga. Secara bertahap penempatan TKI sektor domestic worker akan dihentikan pada 2017.

Muhaimin mengatakan peluang ini harus segera ditindaklanjuti dan informasinya harus segera disebarluaskan kepada masyarakat dan calon TKI agar mereka benar-benar mempersiapkan diri dan melengkapi dokumen kerja yang dibutuhkan

Lowongan pekerjaan sebagai TKI formal yang tersedia antara lain sebagai supir, sales dan pramuniaga, kasir, pekerja pabrik,pekerja pertanian dan perkebunan, cleaning service, perawat, dan lain-lain.

Untuk mempersiapkan ketersediaan calon TKI formal yang hendak bekerja keluar negeri, Kemenakertrans akan lebih memberdayakan keterlibatan pemerintah daerah dalam perekrutan TKI.

TKI Overstayer

Terkait TKI Overstayer, Pemerintah juga menargetkan untuk menuntaskan pemulangan TKI/WNI ilegal di Arab Saudi pada 2012 dengan menggunakan penerbangan haji yang kosong pada saat kembali ke Indonesia.

"Sebelumnya kita targetkan agar 'overstayer' (TKI ilegal dan bermasalah) itu pemulangannya selesai tahun lalu. Tapi ternyata masih ada. Moga-moga ini pemulangan yang terakhir kali," kata Muhaimin.

Pemerintah telah mulai memulangkan 1.943 TKI bermasalah dengan menggunakan pesawat haji mulai 17 hingga 20 Oktober 2012. Sebelumnya, KJRI di Arab Saudi telah membuka pendaftaran bagi WNI yang ingin kembali ke tanah air sejak 6-14 Oktober lalu dan terdapat 1.573 perempuan dan 370 pria yang ingin kembali ke tanah air,

"Agar tidak terulang lagi, Kemenakertrans bersama instansi terkait melakukan pengetatan total terhadap mekanisme pengiriman TKI, khususnya ke Timur-Tengah," kata Muhaimin.

Sementara itu, sebagai tindak lanjut pasca pemulangan TKI, Kemenakertrans akan menerapkan program-program pemberdayaan di 38 daerah basis TKI. Pemberdayaan TKI ini diharapkan akan menstimuli pertumbuhan ekonomi serta mengurangi jumlah TKI khususnya domestic worker.

"Kemenakertans fokus pada berbagai kegiatan dan program program yang melibatkan potensi daerah, antara lain melalui program wirausaha baru, teknologi tepat guna, padat karya produktif, mobil terampil, rumah terampil dan program link and match dengan Kemendiknas," kata Muhaimin. [mdr]


11.24 | 1 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger